“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (sholat dhuha) niscaya pasti akan aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya,” (HR.Hakim dan Thabrani).

Sholat dhuha adalah sholat sunah yang baik dilakukan pukul 08.00 hingga pukul 11.00 atau dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang waktu zuhur.

Sholat ini juga disebut dapat melancarkan rezeki. Sebagaimana HR Hakim dan Tabrani seperti dikutip dari buku ‘Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari: Plus Ayat & Doa-Doa’ karya Ustadz Arif Rahman:

Waktu yang dibutuhkan: 15 menit.

Tata Cara Sholat Dhuha

  1. Membaca Niat Sholat Dhuha

    Niat Sholat dhuha di dalam hati berbarengan dengan Takbiratul ihram:

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

    “Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”

    Artinya:
    “Aku niat sholat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala.

  2. Membaca Doa Iftitah

  3. Membaca surat Al Fatihah

    Berikut bacaan surah Al Fatihah dalam bentuk tulisan bahasa Arab, latin, beserta terjemahannya.

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ – ١

    bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ – ٢

    al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn

    الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ – ٣

    ar-raḥmānir-raḥīm

    مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ – ٤

    māliki yaumid-dīn

    اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ – ٥

    iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn

    اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ – ٦

    ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

    صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ – ٧

    ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn

    Terjemahan:

    Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

    Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,

    Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,

    Pemilik hari pembalasan.

    Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

    Tunjukilah kami jalan yang lurus,

    (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

  4. Membaca satu surat di dalam Al Quran.

    Baiknya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam dan rakaat kedua surat Al Lail.

  5. Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali.

  6. I’tidal dan membaca bacaannya.

  7. Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali.

  8. Duduk di antara dua sujud dan membaca bacaanya.

  9. Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali.

    Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara di atas, kemudian tasyahhud akhir.

    Setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh di atas.

  10. Sholat dhuha dilakukan 2 rakaat.

    Sholat dhuha dilakukan 2 rakaat. Bisa juga dilakukan 12 rakaat sesuai hadist riwayat berikut ini:

    “Barang siapa sholat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (H.R. Tarmizi dan Abu Majah).

    Setelah selesai melakukan sholat dhuha, kita disunahkan membaca doa. Berikut doa setelah sholat dhuha:

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

    Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.”

    “Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

Tinggalkan Balasan